Achsanul Qosasi, Presiden Madura United yang Terpikat pada VW Kodok

Posted on

Jakarta – Kesayangan pada sepak bola yang dimilili Achsanul Qosasi telah jelas telah diketahui oleh semua fans sepak bola di Indonesia, khususnya sebab kesungguhannya membuat Madura United. Tetapi, rupanya ada hal-hal lain yang benar-benar di cintai oleh Achsanul Qosasi serta sudah jadi hoby yang demikian menempel.

Untuk Presiden Madura United, pasti kesemua orang dapat ketahui bagaimana besarnya kesayangan Achsanul Qosasi pada sepak bola, khususnya di Indonesia. Ditambah lagi dia sempat juga jadi pengurus PSSI.

Bukan hanya membangun satu club yang sekarang jadi kebanggaan warga Madura, pria yang populer murah senyum itu juga dapat menghidupkan persepakbolaan Madura yang nampak dari ketertarikan besar penduduknya saat Laskar Sape Sering berlaga, termasuk juga saat turut dalam pekerjaan supporter serta pembinaan sepak bola umur muda.

Bicara masalah pengendalian club, Madura United masuk ke barisan club yang mempunyai manajemen karieronal. Usaha meningkatkan sepak bola, seperti membangun store juga telah dilaksanakan di Pamekasan. Madura United juga belum pernah sepi dari sponsor, hingga tiap tahun tetap dapat berbelanja pemain memiliki label bintang.

Fasilitas simpatisan juga tidak lepas dari perhatiannya. Stadion memperoleh perawatan baik, seperti Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, sebagai tempat Madura United pada musim kemarin.

Tetapi, di luar aktivitasnya membesarkan Madura United, Achsanul Qosasi punyai hoby yang lumayan menarik. Presiden Madura United ini rupanya betul-betul menyukai mobil antik asal Jerman, Volkswagen, atau yang sering dipersingkat VW.

Kesempatan ini, kami memperoleh peluang untuk dapat terlibat perbincangan bersama-sama Achsanul Qosasi, bukan masalah Madura United, tetapi mengenai Volkswagen.

Suka serta Duka Bersama-sama VW serta Koleksi Diecast

Kenapa Anda menyenangi Volkswagen, serta semenjak kapan Anda mengawali hoby ini?

Saya menyenangi VW semenjak 1986, saat saya masih kuliah. Selain memiliki bentuk, ada pula faktor riwayat didalamnya.

Khususnya VW kodok yang lahir di masa Adolf Hitler, yang mempunyai bentuk yang ciri khas serta tidak sama dengan mobil yang lain.

Bicara masalah menyenangi VW, type mobil semacam apa yang Anda punya pertama-tama?

Mobil yang saya pakai serta saya rawat sendiri ialah type 1303, keluaran 1974. Mobil itu saya gunakan saat kuliah, untuk jalanan dan pacaran.

Punyai pengalaman atau senang serta duka saat tentang VW?

Banyak hal menarik dengan mobil VW ini, dari mulai berhenti, kehabisan bensin, serta mesin yang panas. Seringkali itu sebab aki yang soak.

Saat itu saya memang tidak dapat beli aki baru, hingga harus didorong dahulu dengan pertolongan rekan-rekan.

VW saya dahulu mempunyai sunroof atau atapnya dapat dibuka. Tetapi, susahnya bocor saat hujan. Jadi meskipun naik mobil, masih basah kuyup.

Disamping itu, hampir tiap minggu saya jalanan telusuri Jakarta serta tepian Jakarta Selatan, ditemani lagu favorite John Denver.

Remote Control

Demikian senangnya dengan VW, apa Anda sempat melakukan modifikasi mobil Anda?

Saya mengubah VW dengan mengupdate semua elemen supaya aman serta berpenampilan menarik. Ini mobil tua, bukan Lamborghini, Porche, atau Jaguar.

Perawatannya perlu ketelatenan serta rajin, tentu saja dengan senyum yang membahagiakan. Hoby itu unik, tidak logis sehat, tetapi yang perlu hati suka.

selain mobil yang Anda kendarai, apa Anda punyai pernak-pernik terkait dengan VW?

Saya mengumpulkan miniatur VW, yakni miniatur kecil seperti mainan beberapa anak yang kita mengenal dengan panggilan diecast. aku mempunyai 328 tipe serta warna tidak sama yang saya taruh di almari.

Saya membersihkan tiap minggu, rombak, dan terpasang lagi. Untuk yang remote control, saya mainkan sendiri seperti seorang anak berumur 12 tahun. Hoby memang tidak mengenali umur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *