Ganas Pasca-Restart Liga Inggris Benarkah MU Diuntungkan Jadwal

Posted on

Ganas Pasca-Restart Liga Inggris Benarkah MU Diuntungkan Jadwal – Manchester United terus memperlihatkan penampilan ganas di Liga Inggris. Mencetak 14 gol dan hanya kemasukan 2 gol di empat laga terkini. Itulah rapor terbaru MU. Ya, ganas. Selain ganas, entah kata apa lagi yang tepat untuk menggambarkan penampilan MU sekarang. Mereka menang beruntun. Bahkan, tidak hanya menang, MU selalu bisa mencetak minimal tiga gol di setiap pertandingan.

Ganas Pasca-Restart Liga Inggris Benarkah MU Diuntungkan Jadwal

Ganas Pasca-Restart Liga Inggris Benarkah MU Diuntungkan Jadwal

Seperti Jumat (10/7) dini hari tadi, The Reds Devils–julukan Manchester United menang 3-0 atas tuan rumah Aston Villa di pekan ke-35 Liga Inggris. Andai saja Liga Inggris memberlakukan klasemen versi restart (liga dimulai kembali setelah off tiga bulan akibat pandemi Covid-19), Tim Setan Merah bakal memimpin klasemen. Dari lima pertandingan sejak 20 Juni lalu, MU yang tidak terkalahkan, akan ada di atas Liverpool, Manchester City, juga Chelsea.

Bila begitu, para pendukung Manchester United pastinya tidak sabar untuk segera menyambut LIga Inggris musim 2020/21. Mereka segera ingin melihat tim MU yang ganas pasca restart ini, bersaing memburu gelar Liga Inggris musim depan. Rahasia MU bisa tampil gana Sebenarnya, apa yang membuat Manchester United tampil ganas pada masa jelang berakhirnya Liga Inggris musim ini?

Menurut saya ada beberapa alasan. Alasan pertama dan paling utama adalah fakta bahwa pelatih Ole Gunnar Solskjaer kini sudah menemukan starting XI pilihannya. Usai ditahan imbang Tottenham 1-1 di awal laga restart pada 20 Juni lalu, Ole sudah tidak lagi gamang memilih 11 pemain utamanya. Dalam tulisan sebelumnya perihal Manchester United, saya menulis bahwa salah satu kunci sukses pelatih di sepak bola adalah ketika mereka sudah menemukan 11 pemain terbaik yang menjadi pilihan utama.

Dari pertandingan satu ke pertandingan lainnya–bila memang sang pemain bisa dimainkan—maka 11 pemain itulah yang dipercaya tampil sejak peluit awal (kick off). Dan itu yang dilakukan Ole Solskjaer. Bila dulu ia sering galau dalam memilih 11 orang yang bermain sejak peluit awal sehingga starting XI MU seringkali berubah, pria asal Norwegia ini kini sudah mantap memainkan 11 pemain yang sama di setiap laga.

Menduetkan Paul Pogba Dan Nemanja Matic Sebagai Gelandang Bertahan

Faktanya, sejak pertandingan melawan Sheffield United hingga melawan Aston Villa dini hari tadi, Ole Solskjaer tidak pernah lagi mengubah 11 pemain utamanya. Siapa saja Dari kiper David de Gea. Lalu empat pemain belakang, Aaron Wan Bissaka di kanan, Luke Shaw di kiri, lalu duet Victor Lindelof dan Harry Maguire sebagai centre back.

Di tengah, Ole terus menduetkan Paul Pogba dan Nemanja Matic sebagai gelandang bertahan. Lantas, tiga pemain, yakni Bruno Fernandes, Mason Greenwood dan Marcus Rashford, menempati posisi “penyerang bayangan” untuk mendukung Anthony Martial. Ke-11 pemain itulah yang terus dipercaya Ole untuk tampil sejak kick off. Namun, tentu bukan hanya tentang 11 pemain. Sebab, seberapa pun hebat 11 pemain, bila tidak ditempatkan pada posisi yang tepat, mereka tidak akan bisa bermain maksimal.

Dalam hal ini, selain sudah mantap dengan 11 pemain terbaiknya, Ole juga sudah menemukan skema main yang pas agar 11 pemain itu bisa mengeluarkan potensi terbaiknya. Faktanya, dalam empat kemenangan dengan banyak gol itu, Ole selalu memakai skema main 4-2-3-1. Skema inilah yang menjadi rahasia lain penampilan ganas MU.

Memang, banyak orang menyebut kedatangan Bruno Fernandes telah mengubah permainan MU. Toh, ketika pemain Portugal ini bermain sejak Februari lalu, MU tidak langsung tampil seganas sekarang. Ambil contoh ketika bermain melawan Everton pada 1 Maret lalu. Ole memainkan skema 4-3-1-2. Hasilnya kurang maksimal. MU hanya mampu bermain 1-1 di laga itu.

Kini, dengan skema 4-2-3-1, MU bisa ‘meledak’. Permainan mereka mengalir rapi. Di lini pertahanan, Maguire yang awalnya di-bully karena harganya yang kelewat mahal, kini menjadi bek yang sulit ditembus bersama Lindelof. Nyatanya, di empat laga terakhir, gawang MU hanya kemasukan dua gol.

Pogba Dan Matic Membuat Lini Tengah MU Solid

Di tengah, duet Pogba dan Matic membuat lini tengah MU solid. Keduanya tidak hanya membuat lini pertahanan MU lebih aman karena serangan lawan dari tengah lebih dulu disaring. Keberadaan Pogba dan Matic juga para penyerang MU lebih mudah mencetak gol karena aliran bola ke mereka lebih lancar. Tengok saja, 13 dari 14 gol dalam 4 laga terkini, lahir dari para penyerang. Martial mencetak hat-trick ke gawang Sheffield. Dua diantaranya assist dari Rashford.

MU masih berpeluang meraih 2 piala Dengan Liga Inggris menyisakan empat pertandingan, target utama MU kini adalah memastikan lolos ke Liga Champions. Hanya empat tim yang akan mewakili Inggris di Liga Champions musim 2020/21. Peluang itu terbuka lebar bagi MU yang kini ada di peringkat 5. Bila terus tampil seperti ini, MU dipastikan akan lolos ke Liga Champions setelah musim ini absen.

Selain itu, MU juga masih berpeluang meraih trofi Eropa. Liga Europa yang meski sempat “mati suri”, akan kembali bergulir pada awal Agustus nanti. Bila MU bisa meraih tiket ke Liga Champions plus meraih Piala FA. Suara sumbang yang meragukan mereka hanya bisa menang melawan tim papan bawah, seharusnya sudah lenyap.

Sebab, di Piala FA, empat tim yang main di semifinal, semuanya ‘kelas berat’. Bila bisa mengalahkan Chelsea, di final MU bisa bertemu Manchester City atau Arsenal. Fans MU pastinya tidak sabar menunggu akhir cerita musim ini. Dan bila MU menutup musim ini dengan happy ending, mereka bakal semakin tidak sabar menunggu kompetisi 2020/21. Menunggu MU yang ganas, bersaing memburu gelar Liga Inggris. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *