Inter Milan Sudah Betul Lupakan Scudetto dan Amankan Tiket Liga Champions Saja

Posted on

Inter Milan Sudah Betul Lupakan Scudetto dan Amankan Tiket Liga Champions Saja – Sudah sangat betul kalau Inter Milan sudah harus melupakan targetnya untuk merebut Scudetto dari Juventus. itu adalah pilihan bijak demi ketenangan batin. Giornata ke-34 Liga Italia yang berlangsung pada pekan lalu telah menghadirkan beberapa vonis untuk para kontestan. Terutamanya bagi tim favorit saya Inter Milan yang baru saja menghadapi tim AS Roma.

Inter Milan Sudah Betul Lupakan Scudetto dan Amankan Tiket Liga Champions Saja

Inter Milan Sudah Betul Lupakan Scudetto dan Amankan Tiket Liga Champions Saja

Hasil curi poin dari kandang Roma di Olimpico Stadium itu secara tidak langsung telah mengamankan tiket. Champions League Nerazzurri untuk musim depan, akan tetapi tim harus kehilangan momentum melanjutkan tren kemenangan setelah melawan Torino dan SPAL. Dengan koleksi 72 poin dari 34 pertandingan yang sudah dijalani oleh Inter, dan saat ini menempati posisi kedua. Tertinggal lima angka dari Juventus selaku pemuncak klasemen yang baru melakoni 33 pertandingan.

Meski Inter meraih hasil imbang, namun secara matematis langsung menyegel tiket ke Liga Champions. Jumlah poin yang telah mereka peroleh sudah tak bisa lagi dikejar Roma, yang saat ini menyisakan empat pertandingan lagi. Roma ada di posisi kelima dengan 58 poin. Saat Serie A bergulir kembali pasca pandemi virus Corona, Inter menunjukkan penampilan yang tak stabil. Mereka kerap kali membuang keunggulan. Mereka sempat ditahan imbang oleh Sassuolo dan Hellas Verona serta kalah oleh Bologna di kandang sendiri. Torehan buruk Inter ini membuat mereka sempat tercecer ke peringkat keempat.

Selepas hasil laga kontra Roma tersebut, dengan tiket Liga Champions musim depan yang sudah ada dalam genggaman

Tak pelak, kritik pun dialamatkan pada tim biru hitam ini mengalir. Selain soal kritik pada tim juga menyasar pada kinerja Conte di kursi pelatih. Selain banyaknya kritik, dari hasil ini tiga pertandingan tersebut telah membuat kekecewaan pula bagi Conte sendiri meski dirinya tak mau banyak omong. Pasalnya dia tak mau berspekulasi bahwa dirinya bisa saja dipecat Inter Milan jika gagal meraih trofi di musim ini (Inter masih tampil di Europa League).

Conte menyebut saat ini dirinya hanya mau fokus ke pertandingan selanjutnya. Jika ada masalah atau hal lainnya soal klub, dia akan langsung berbicara kepada para petingginya. Saya tak mau bicara terlalu banyak, karena nanti dibilang saya suka mengkritik dan lainnya, apalagi media suka sekali mencabik-cabik saya, itu yang membuat mereka senang,” pekik Antonio Conte. Dari statement ini, setidaknya Conte telah membuktikan omongannya dengan membawa Inter meraih kemenangan saat kontra Torino dan SPAL, kemudian menahan imbang Roma dalam tiga pertandingan terakhir ini. Hasil laga kali ini tidak membuat pelatih Antonio Conte murang maring (gelisah) seperti biasanya dan lebih bijak. Conte menegaskan bahwa timnya kini tengah dalam motivasi tinggi untuk melanjutkan tren apik mereka. Meski ia pun sempat mengecam media yang banyak mengkritik Inter.

Tim telah tampil dengan baik. Selain menjadi peringkat kedua di tabel klasemen liga, kami pun telah lolos untuk dapat berlaga di ajang Champions League, saat ini kami memiliki 14 poin lebih banyak daripada para pesaing yang memiliki target yang sama dengan kami pada musim ini,” ujar Antonio Conte seperti yang saya kutip dari laman, inter.it. Dalam pernyataan yang sama pun, Conte berkilah bahwa bila ada yang menyebut Inter di bawah target, dirasakannya itu tak pantas disebut bila dibandingkan dengan prestasi tim yang tidak mencapai empat besar. Ia beralasan Liga Italia sangat kompetitif dan hanya empat tim yang masuk Liga Champions.

Upaya Masih Susah untuk bisa mendobrak dominasi Juventus di Serie A

Mantan pelatih timnas Italia ini merasa bahwa, para pengkritik Inter tersebut tak paham bahwa Inter musim ini beberapa kali harus kehilangan pemainnya akibat cedera. Ini menjadi tahun yang bermasalah bagi kami karena beberapa gelandang lain juga pernah cedera. Sensi beberapa kali mengalami masalah. Lalu ada Gagliardini, Barella yang cedera, Vecino yang bermasalah pada lututnya begitu dengan Sanchez yang sempat absen 5 bulan,” Conte menjelaskan.

Terlepas dari pencapaian Inter yang sudah terlihat pada penghujung musim dan juga membaca beberapa statement Conte yang kadang membuat saya harus mengernyit dahi. Maka wajar sih banyak yang mengkritik kinerjanya selama ini. Inter pun sebagai tim yang kerap diperhitungkan sebagai peraih Scudetto, acap kali tak stabil begitupun dengan klub lainnya, sepertinya mereka.

Well, menjadi fans Inter adalah sebuah perjuangan melawan ketidakpastian. Kalau memikirkan yang tidak pasti adalah makanan sehari-hari, ngapain mau membahas prestasi, apalagi juara di akhir hari. Sudah, Inter demi kenyamanan, kepastian, dan kesehatan jantung, jangan berpikir bahwa masih ada empat pertandingan tersisa dan apapun bisa terjadi. Posisi kedua dan tiket Liga Champions. Sudah paling benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *