Jika Lazio Konsisten Juventus dalam Posisi Tidak Aman

Posted on

Jika Lazio Konsiste, Juventus dalam Posisi Tidak Aman – Liga Italia kembali berlaga setelah dua bulan lebih absen. Sejauh ini, sudah berlangsung tujuh laga. Salah satunya laga antara Juventus kontra Bologna (23/6/2020). Laga ini pun menjadi lanjutan dari upaya Juventus untuk mempertahankan trofi pada musim ini.
Kemenangan Juventus atas Bologna (2-0) tetap menempatkan Juventus pada posisi pertama klasemen sementara Liga Italia. Jarak dengan peringkat ke-2, Lazio melebar. Hanya beda 4 poin.

Jika Lazio Konsisten Juventus dalam Posisi Tidak Aman

Jika Lazio Konsisten, Juventus dalam Posisi Tidak Aman

Musim ini, penampilan Lazio terbilang fenomenal. Sebelumnya, banyak mata yang menilai jika Inter Milan dan Napoli akan menjadi pesaing kuat yang bisa mengganggu kekuatan Juventus pada musim ini. Namun, Lazio yang diasuh Simeone Inzaghi seperti tampil sebagai kekuatan baru.

Dengan performa impresifnya sebelum jeda karena pandemi korona, Lazio dinilai menjadi pengganggu kuat Juventus. Bahkan pada musim ini Lazio sendiri pernah mengalahkan Juventus dalam dua laga dari dua kompetisi yang berbeda.

Kemenangan Lazio ini semakin mengangkat moral para pemain. Namun, apa daya pandemi korona menyebabkan kompetisi terhenti. Tentunya, para pemain masih berada dalam situasi “hangat-hangatnya” untuk menunjukkan performa mereka di lapangan hijau. Situasi itu terhenti karena pandemi.

Para Pemain Lazio Mesti Menyimpan Energi Itu

Persoalannya, jika energi itu tidak dijaga dengan baik. Juventus mengawali perjalanannya setelah jeda korona dengan kemenangan. Ini bisa menjadi motor yang memompa Lazio untuk meraih kemenangan tersebut. Harapannya saja, penampilan dan energi positif yang ditampilkan sebelum jeda karena pandemi korona masih bertahan.

Tim peringkat pertama dan kedua dan bahkan ketiga masih berpeluang untuk mengejar juara Serie A jika melihat ketersedian dari poin yang tersisa. Ini pun bergantung pada konsistensi dari masing-masing tim. Terpeleset berarti merelakan posisi di klasemen ke tim lain ataukah tim lain akan menyalib dan mengambil gelar juara.

Juventus sendiri dalam upayanya untuk meraih Scudetto dalam jangka waktu 9 tahun berturut-turut. Dengan ini, Juventus mempunyai mentalitas dan tradisi kuat sebagai peraih Scudetto. Pengalaman ini bisa menjadi nilai tambah yang bisa mempertahankan performa Juventus di setiap laga. Walau demikian, Juventus tidak boleh memandang sebelah mata pada penampilan Lazio. Terlebih lagi jika menimbang penampilan Lazio sebelum jeda karena pandemi korona.

Tidak tanggung-tanggung, Lazio tak terkalahkan sejak bulan September tahun lalu. Mereka juga berhasil memenangkan 16 pertandingan dari 18 laga terakhir. Konsistensi ini sempat memprediksi jika Lazio menjadi kandidat kuat yang bisa mengakhiri dominasi Juventus di Serie A.

Prediksi Terhenti karena pandemi korona Para Pemain Mesti Ditepikan

Secara positif, para pemain barangkali masih menjaga kebugaran dan tetap menjaga rasa lapar untuk meraih kemenangan. Tetapi di pihak lain, jedah yang begitu panjang malah menghilangkan semangat para pemain untuk mempertahankan konsistensi bermain di lapangan hijau.

Setelah jeda korona, Lazio akan berhadapan dengan Atalanta (25/6/20). Laga kontra Atalanta ini menjadi momen bagi Lazio untuk kembali pada konsistensi yang telah mereka tunjukkan sebelum masa pandemi korona.

Ciro Immobile akan kembali menjadi andalan Lazio dalam merobek jala lawan. Sejauh ini, Immobile menjadi pencetak gol tertinggi sementara di kompetesi Serie A dengan 27 gol. Keganasan Immobile di depan gawang lawan ini menjadi salah satu faktor yang mendukung konsistensi Lazio pada musim ini.

Mau tidak mau, Lazio harus mempertahankan konsistensi yang sama yang mereka tunjukkan sebelum jeda karena pandemi korona. Kalau tidak, Juventus akan berlari sendiri hingga mereka pun kembali dan kembali menjadi juara Liga Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *