Laju Kencang Milan Usai Restart Serie A Kenapa Baru Sekarang

Posted on

Laju Kencang Milan Usai Restart Serie A Kenapa Baru Sekarang – Tulisan ini layak dihadiahkan kepada Manchester United. Bagaimana tidak, hingga pekan ke 14 Liga Inggris musim 2019/20 klub yang berjuluk Setan Merah ini berada di posisi ke 14 klasemen. Peringkat yang berada di antara papan bawah dan tengah itu diperoleh setelah Setan Merah hanya bermain seri 1-1 dengan Liverpool.

Laju Kencang Milan Usai Restart Serie A Kenapa Baru Sekarang

Tak pelak karenanya, lantas muncul isu akan masa depan pelatihnya, Ole Gunnar Solskjaer. Resah, pria asal Norwegia tersebut bakal dicopot dari kursinya. Akan tetapi lelaki kelahiran 26 Pebruari 1973 (47 tahun) ini mulai memutar otaknya bagaimana memperbaiki performa tim, lalu dia mulai mendatangkan Bruno Fernandes ke Old Trafford. Pemain asal Portugal itu ditransfer dari klub sebelumnya, Sporting Lisbon.

Dengan kehadiran pemuda berusia 25 tahun itu dan sejak Setan Merah kalah 0-2 dari Burnley awal tahun ini, Manchester United secara beruntun mengalami 14 laga tanpa kekalahan di Premier League. Anda pasti tidak memperkirakan ini, kami kini bahkan di tiga besar. Anda pasti mengira kami paling-paling finis di peringkat ke 6 atau 7,” kata Solskjaer kepada Sportskeeda.

Perihal kelolosan timnya ke Liga Champions musim depan, pria berusia 47 tahun itu mengatakan Liga Champions sangat berbeda dengan Liga Eropa. Seakan tiada pernah puas, usai finis di peringkat ketiga Liga Inggris 2019/20, MU kini mulai mengarahkan perhatiannya untuk mengincar Liga Eropa. Manchester United sudah menempatkan satu kakinya di perempatfinal Liga Eropa 2019/20, karena di leg 1 16 besar mereka mencukur LASK dengan skor 5-0. Ibaratnya mereka hanya tinggal menunggu lawan berikutnya di 8 besar, yaitu pemenang antara Copenhagen versus Istanbul Basaksehir, awal Agustus.

Mengubur satu mimpi dikarenakan gagal di Piala FA

Disingkirkan Chelsea di semifinal  mereka mulai membidik trofi Liga Eropa, serta musim depan mereka akan berpacu untuk menjuarai Liga Inggris 2020/21. Harian The Sun edisi Minggu (29/7/2020) melaporkan Solskjaer sudah mengajukan tambahan dana ke manajemen sebesar 140 juta poundsterling, atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk membeli pemain-pemain baru. Solskjaer yakin dengan mendapatkan punggawa-punggawa yang tepat, maka timnya dapat bersaing untuk mendapatkan titel juara, khususnya Premier League, begitu juga Liga Champions.

Di antara salah satu incaran MU yang paling dimaui adalah Jadon Sancho yang musim lalu berseragam Borussia Dortmund. Untuk menggaet pemain muda itu, Solskjaer menganggarkan 89 juta poundsterling atau sekira Rp 1,6 triliun. Bidikan MU lainnya dapat disebutkan antara lain Ben Chilwell dari Leicester City dan kiper Gianluigi Donnarumma dari AC Milan. Tak heran alasannya mengapa Donnarumma bukan saja diincar oleh MU tetapi juga oleh tim-tim raksasa Eropa lainnya.

Di usianya yang baru 21 tahun, Donnarumma membukukan catatan clean sheet alias nol kebobolan di 12 laga dari 34 penampilan di musim ini. Tak pelak, sinar performanya telah membantu Milan konsisten berada di zona Liga Eropa (ke 6). Donnarumma sejauh ini sudah 200 kali bersama tim kota mode itu. Menghapus pikiran Donnarumma karena tertarik tawaran besar dari MU, AC Milan pun bergerak cepat. Seperti diketahui, kontrak Donnarumma dengan Rossoneri akan jatuh tempo pada Juni 2021.

Sebelum Liga Italia Serie A dihentikan karena pandemi Covid-19

Adapun bentuk gerak cepat itu adalah mereka akan mempersiapkan proposal anyar perpanjangan kontrak seharga 6 juta euro per musim. Tim kota Milan mengharapkan setidaknya Donnarumma bertahan hingga 2023. Keinginan Manchester United mencari kiper baru itu muncul karena penampilan kiper Setan Merah yang sekarang dinilai kurang konsisten.Tampil kesetanan. Apabila Manchester United dijuluki Setan Merah, tidak salah kiranya jika AC Milan tampil kesetanan.

pelatih. AC Milan Stefano Pioli sempat dirumorkan bakal digantikan Ralf Rangnick, asal Jerman. Akan tetapi, penampilan AC Milan betul-betul membuat keanehan sejak Serie A bergulir lagi Juni lalu. AC Milan dibawah Stefano Pioli tak tersentuh kekalahan dari 11 kali laganya, yang membuat mereka konsisten di peringkat ke 6. Liga Eropa pun menjadi ganjaran di depan mata.

Selain peran Pioli, beberapa pihak menyebutkan Zlatan Ibrahimovic juga berperan sangat besar bagi konsistensi Rossoneri. Ini adalah Milan yang sebenarnya,” kata punggawa Rossoneri, Hakan Calhanoglu. Calhanoglu menyambut sukacita mendengar konfirmasi bahwa Stefano Pioli tidak jadi digantikan oleh Ralf Rangnick musim depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *