Liverpool Luluh Lantak Kurang Motivasi atau Kurang Hoki

Posted on

Liverpool Luluh Lantak Kurang Motivasi atau Kurang Hoki – Pasca The Blues Chelsea mengalahkan The Citizen Manchester City dengan skor 2-1 pada 26 Juni lalu, The Reds Liverpool sah sebagai juara Liga Inggris musim 2019-2020. Tak heran jika ada Kompasianer yang membuat tulisan “Liverpool Raih Gelar Ke-19 Lewat Gol Pulisic dan Willian”. Padahal kita tahu, Pulisic dan Willian keduanya adalah pemain Chelsea.

Liverpool Luluh Lantak Kurang Motivasi atau Kurang Hoki

Liverpool Luluh Lantak Kurang Motivasi atau Kurang Hoki

Faktanya memang Chelsea telah membantu Liverpool meraih juara Liga Inggris lebih cepat untuk ke-19 kalinya dalam penantian waktu yang sangat panjang, selama 30 tahun. Walaupun tanpa “bantuan” Chelsea pun, Liverpool hampir dipastikan akan menjadi juara Liga Ingggris untuk musim 2019-2020. Hanya masalah waktu saja.

Seminggu kemudian, Liverpool ternyata dijadwalkan berhadapan dengan tim yang telah dikalahkan Chelsea dan telah menyebabkan Liverpool sendiri menjadi juara Liga Inggris lebih cepat. Harusnya pertemuan Manchester City versus Liverpool itu menjadi ajang pembuktian bagi Liverpool bahwa dirinya menjadi juara Liga Inggris bukan karena “bantuan” Chelsea, tapi karena memang layak juara.

Kekalahan Liverpool dari Manchester City telak dari sang rival pengejar juara

Tapi ternyata Liverpool tidak bisa membuktikan hal itu. Dalam pertemuan dengan Manchester City 03 Juli 2020 di Etihad Stadium, kandang The Citizen, Liverpool tidak bisa memberikan perlawanan yang sepadan terhadap Manchester City. Keempat gol The Citizen itu masing-masing dicetak oleh Kevin De Bruyne pada menit ke-25 melalui titik penalti. Kemudian gol Raheem Sterling pada menit ke-35, gol Phil Foden menit ke-45, dan terakhir “sumbangan” gol pemain Liverpool sendiri Alex Oxade-Chamberlain pada menit ke-66.

Kekalahan Liverpool dari Manchester City memang tidak membatalkan gelar juara Liverpool seminggu sebelumnya. Tapi kekalahan telak dari sang rival pengejar juara Liga Inggris itu bisa dibilang sebuah “aib”. Lain ceritanya kalau Liverpool mampu mengimbangi Manchester City atau paling tidak kalah tipis, 1-0, 2-1, 3-2, dan seterusnya.

Pertanyaannya, apakah Liverpool kurang motivasi lagi setelah dipastikan juara Liga Inggris ? Bisa jadi. Tapi konon Liverpool juga sedang mengejar rekor poin tertinggi dalam satu musim kompetisi yang saat ini masih dipegang Manchester City dengan raihan 100 poin. Harusnya Liverpool tidak menjadi lemah dan kendor. Jika ingin mengejar rekor poin tertinggi yang saat ini dipegang Manchester City itu, paling tidak Liverpool harus bisa mendulang 15 poin lagi. Artinya Liverpool harus mampu meraih lima kemenangan lagi. Kalau tidak, dipastikan Liverpool tidak akan bisa melampaui rekor poin tertinggi milik The Citizen.

Rekor Tertinggi Mengejar rekor Poin

Apakah Liverpool masih mungkin mengejar rekor poin tertinggi setelah dihajar habis oleh Manchester City ? Jawabannya tentu mungkin saja. Sebab saat ini pertandingan sisa masih ada enam kali lagi. Asalkan Liverpool menang terus dalam pertandingan sisa, tidak seri, atau apalagi terpeleset lagi, Liverpool masih mungkin mengejar atau melampaui rekor poin tertinggi milik The Citizen Manchester City.

Kekalahan Liverpool dari Manchester City, kalau tidak dimaknai karena Liverpool kurang motivasi, mungkin bisa dimaknai karena Liverpool kurang hoki saja. Mengapa ? karena dari statistik pertandingan tidak terlalu jauh perbedaan antara Manchester City dan Liverpool.

Seperti tendangan, Manchester City 12, Liverpool 11. Penguasaan bola, Manchester City 51%, Liverpool 49%. Tendangan sudut, Manchester City 3, Liverpool 3. Cukup seimbang. Bahkan sebuah tim yang memiliki statistik pertandingan lebih bagus pun tak jarang sering mengalami kekalahan. Hal itu karena bola itu memang bundar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *