Peristiwa Nostalgia: Kembali kenang Perjalanan Real Madrid Mendapatkan ‘La Decima’ di Liga Champions

Posted on

Di tahun 2014, Real Madrid sukses memperoleh gelar ke-10 dari tempat Liga Champions. Peristiwa ‘La Decima’ itu pada akhirnya tiba sesudah mereka menunggu semasa 12 tahun.

Ya, Tekad untuk mendapatkan ‘La Decima’ telah digenggam oleh club berjulukan Los Merengues itu saat mendapatkan piala ke-9 pada tahun 2002. Florentino Perez sebagai presiden Real Madrid sampai ikhlas menggulirkan banyak uang cuma untuk capai tekad itu.

Satu-satu, Real Madrid datangkan bintang dari seluruh dunia.

Hingga scuad Los Merengues yang berlimpah pemain hebat itu memperoleh panggilan fenomenal, Los Galacticos.

Sayangnya, tekad mereka tidak segera terwujud. Dari mulai Ronaldo Nazario, David Beckham, sampai Kaka tidak dapat menyelesaikan mimpi Real Madrid untuk mendapatkan ‘La Decima’.

Persiapan Team

Walau demikian, tekad Real Madrid untuk penuhi tekadnya itu masih terbangun. Mereka tetap mengangkat gagasan yang skemaatis untuk menjadi juara Liga Champions. Diantaranya dengan terus beli pemain hebat.

Pada musim panas 2013, mereka keluarkan uang sejumlah 100 juta euro untuk datangkan Gareth Bale dari club Inggris, Tottenham. Kedatangan pria asal Wales itu membuat scuad Los Merengues jadi semakin komplet.

Ya, Real Madrid telah ditempati pemain yang telah ‘jadi’, seperti Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, serta Cedera Modric. Mereka selanjutnya digabungkan dengan figur eksper seperti Iker Casillas, Pepe, serta Xabi Alonso.

Ditambah lagi Carlo Ancelotti, pelatih yang sering dinaungi peruntungan di Liga Champions, jadilah Real Madrid perkasa. Serta itu telah kelihatan semenjak masih di babak group.

Babak Group

Real Madrid terhimpun di group B bersama-sama Galatasaray, Juventus, serta Copenhagen. Bila melihat beberapa namanya, ringkas Los Merengues perlu waspada Juventus yang sedang dalam waktu kebangkitan di saat itu.

Betul saja, Real Madrid tidak memperoleh perlawanan yang seru. Pertandingan pembuka mereka, yaitu menantang Galatasaray, sukses dimenangi dengan score mutlak 6-1. Di minggu ke-2 kontra Copenhagen, Madrid menang dengan score 4-0.

Los Merengues cuma mendapatkan satu hasil seri yang datang dari Juventus, bekasnya disapu bersih dengan kemenangan. Akhirnya, Real Madrid meluncur ke babak gugur bawa posisi juara group dengan koleksi 16 point.

Babak gugur

Rintangan Real Madrid di set 16 besar tidak demikian berat. Ya, mereka ‘hanya’ bertemu dengan Schalke 04. Club asal Jerman itu dipermak habis-habisan dalam tanding dua leg. Agregat akhir memperlihatkan Real Madrid menang dengan score 9-2.

Kondisinya mulai mempersulit saat mereka disandingkan dengan Borussia Dortmund pada set perempat final. Ya, bila Dewi Fortuna berkeinginan lain, perjalanan Madrid kemungkinan dapat berhenti sampai di babak ini saja.

Semua kelihatan baik-baik saja pada putaran pertama, dimana Los Merengues sukses menang dengan score 3-0. Tetapi, Dortmund memotong agregat serta cetak 2 gol pada putaran kedua. Mujur, Real Madrid cuma kalah 0-2 saat itu. Mereka menang 3-2 dengan cara agregat serta memiliki hak ke semi-final.

Musuh selanjutnya ialah raksasa Jerman, Bayern Munchen. Real Madrid diperkirakan akan alami kesusahan. Tetapi kenyataannya tidak, mereka dapat meluncur dengan mulus ke set final dengan agregat mutlak 5-0.

Set Final

Sedikit yang menyangkan jika Real Madrid akan berjumpa dengan lawan sekotanya di set final, Atletico Madrid. Club bimbingan Diego Simeone itu membuat surprise selesai singkirkan calon juara seperti AC Milan, Barcelona, dan Chelsea.

Los Rojiblancos belum stop memberi surprise. Pada pertandingan final, mereka membuat Real Madrid kesusahan keseluruhan. Serta, mereka pernah unggul 1-0 sesudah si bek, Diego Godin, sukses membobol gawang Casillas pada menit ke-36.

Seandainya dapat menjaga konsentrasi, Atletico semestinya dapat keluar untuk juara pada tahun itu. Sayangnya yang berlangsung tidak semacam itu. Mendekati laga selesai, Real Madrid menyamai posisi lewat tindakan Sergio Ramos.

Dewi Fortuna berubah ke bagian Real Madrid. Semua dimulai oleh keberhasilan Gareth Bale membobol gawang Thibaut Courtois di menit ke-110. Kesengsaraan Atletico semakin menjadi-jadi sesudah Marcelo serta Ronaldo berganti-gantian cetak gol mendekati extra time usai.

Beda 3 gol bukan masalah yang gampang untuk dikejar, ditambah lagi dalam tempo sempit. Selanjutnya, Atletico Madrid harus mengikhlaskan piala di muka mata pada Real Madrid, yang sukses mendapatkan La Decima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *